JAKARTA, KOMPAS.com - Serangan serangga tomcat yang
semula hanya ada di Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya, kini juga
sudah memasuki wilayah DKI Jakarta. Namun, Pemerintah Provinsi DKI
menegaskan populasi tomcat di Jakarta masih dalam batas normal, karena
belum ada warga Jakarta yang menjadi korban sengatan hewan tersebut.
Kepala
Dinas Kelautan dan Pertanian (DKP) DKI, Ipih Ruyani, membenarkan jika
hewan pemakan hama tersebut sudah ada di DKI, tetapi jumlahnya masih
sangat kecil. Dari hasil pemantauan Petugas Pengendali Organisme
Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Kelautan dan Pertanian DKI kondisi
populasi tomcat saat ini masih dalam batas normal.
"POPT akan
terus memantau populasinya di lokasi persawahan yang ada di DKI. Petugas
kami siaga untuk menghadapi ledakan populasi tomcat, jika itu terjadi
di Jakarta," kata Ipih, Sabtu (24/3/2012).
Ipih mengimbau warga
tidak panik dengan keberadaan si kumbang merah ini. Sebab, tomcat tidak
akan mengganggu manusia dan hanya menyengat jika keberadaannya terancam.
Untuk
mencegah ledakan populasi tomcat, bisa dilakukan dengan membersihkan
semak-semak tanaman. Juga mengawasi tempat-tempat yang mungkin menjadi
tempat persembunyian tomcat.
"Buat sistem sanitasi yang baik.
Lalu bersihkan rumah, semak-semak atau tanaman hias secara rutin. Pola
hidup sehat bisa mencegah pertumbuhan tomcat di Jakarta," ujarnya.
Ipih
menegaskan, sebenarnya kumbang tomcat merupakan sahabat para petani,
karena kumbang ini selalu berada di persawahan untuk memakan hama-hama
padi. Predator ini bermanfaat bagi petani karena merupakan musuh alami
hama wereng.
Kepala Dinas Kesehatan DKI, Dien Emmawati,
mengatakan, sampai saat ini belum ada warga Jakarta yang menjadi korban
sengatan kumbang tomcat yang dirawat di puskesmas kecamatan. "Belum ada
korban sama sekali hingga hari ini," kata Dien.
Namun, pihaknya
tetap menyiagakan 44 puskesmas kecamatan di seluruh wilayah DKI untuk
melakukan pertolongan pertama bagi korban tomcat. Bagi korban sengatan
tomcat, Dien menjelaskan, sengatan itu harus langsung dicuci bersih,
kemudian diberikan salep untuk luka tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar