MEDAN – Aksi unjuk rasa menolak kenaikan Bahan Bakar
Minyak (BBM) di Medan, Jumat kemarin, mengakibatkan sejumlah fasilitas
milik pemerintah dan publik rusak berat.
Tercatat terjadi
kerusakan pada sejumlah fasilitas umum, seperti empat pos polisi yang
berada di persimpangan Jalan Sutomo, Jalan Perintis Kemerdekaan, serta
di persimpangan Jalan Gaharu, Medan.
Pos polisi menjadi sasaran
demonstran, sehingga mengalami kerusakan paling parah. Seluruhnya
berantakan, tidak ada lagi yang bisa digunakan. Bahkan polisi yang biasa
berjaga disini sudah tidak terlihat lagi sejak kemarin.
Bukan hanya pos polisi, kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum lainnya seperti taman, pot bunga di pinggir jalan hancur.
Kapolresta
Medan, Komisaris Besar Monang Situmorang menyatakan, dari catatan
sementara, sebanyak empat pos polisi rusak. Bahkan salah satunya dibakar
kelompok mahasiswa.
Hingga malam ini, situasi di Medan berangsur
kondusif. Namun ratusan aparat kepolisian masih terlihat bersiaga di
sejumlah objek vital, guna mewaspadai berlanjutnya aksi demonstran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar